Home » , , , , » Mbah Kusnan, Pengrajin Gamelan Memulai dengan Hobi dan Cinta

Mbah Kusnan, Pengrajin Gamelan Memulai dengan Hobi dan Cinta

Written By Kang Tarmin on Kamis, 21 Juni 2012 | 01.03


Kusnan, atau lebih akrab dipanggil Mbah Kusnan, seorang lelaki pecinta gemelan yang telah berumur. Rautnya sendu, keramahan jelas terpancar dari setiap ejaan sapaannya. Tatapan mata tajam, namun tak sedikitpun mengisyaratkan kesombongan. Di sela bicaranya, tawa renyah menghias, seakan tak habis kebanggaan dengan masa tuanya.

Sebagai seorang seniman yang masih mempertahankan kesenian nusantara, yakni gamelan asli dari Jawa Timur, sepantasnyalah Kusnan bangga serta merasa hidupnya tak sia-sia. Berangkat dari hobi dan kecintaan terhadap gamelan, membuat Kusnan tak merasa jenuh jika setiap hari harus bergumul dengan seperangkat alat musik Jawa tersebut.

Hobi
Gamelan yang telah menyatu dengan dirinya itu ditekuni mulai tahun 1963.  Pada waktu itu Kusna masih duduk di bangku SMP, saking cintanya Kusnan sangat tekun dan getol bekerja dan mempelajari alat kesenian itu.  Upaya tekun dan rajinnya berbuah manis, sehingga pada tahun 1980, dengan semua keahlian dan hobi yang dimiliki, Kusnan mampu mandiri. Yakni, mendirikan rumah di wilayah Paju Ponorogo. Alat gamelan buatan Kusnan diberi nama  Ponorwirogo, yang berarti dari Ponorogo.

Untuk saat ini, satu set gamelan pelog-slendro dapat diselesaikan dalam jangka waktu 20 hari. Mbah Kusnan, dibantu 5 orang pekerjanya. “Jika kita mngerjakan dengan rasa cinta semua akan mudah,” tandasnya. Kusnan selalu memberi motivasi pada pekerjanya, bahwa sesuatu yang dilakukan ini semata-mata karena rasa peduli terhadap kesenian lokal.

Satu set gamelan terdiri dari banyak jenis, seperti diantaranya Gong Barong, Gong Penerus, Gong Kenong, Gong Kempul, Gong Saron Peking, Slentem, Gender Gambang, Kendang dan masih banyak lagi. Menurut Kusnan, jenis gamelan yang paling sulit dilakukan adalah jenis Gong Gede. Lantaran, ukuran yang besar saja, sehingga harus membutuhkan waktu 3 hari lamanya.

Menurut Kusnan seorang pembuat gamelan tidak perlu keahlian khusus. Yang lebih dibutuhkan sebenarnya adalah cinta dan kesadaran akan kesenian lokal. “Yang butuh keahlian itu hanya waktu penyetelan suara saja. Kalau pembuatannya tidak perlu,” Tuturnya.

Penjualan Kusnan tidak terbatas dalam kota saja, namun juga luar kota, bahkan seluruh Indonesia. Hal ini juga dapat dibanggakan sebagai prestasi nomor satu. Kusnan membedakan gamelan buatannya menjadi 2, yakni jenis besi dan jenis kuningan. Jenis besi per satu set dijual dengan harga Rp. 40 juta. Dan yang terbuat dari kuningan Rp. 150 juta.

“Kalau yang kuningan anti karat jelas usianya pun berbeda., jadi lebih mahal. Tapi untuk suara sama saja, penyetelannya juga sama.” Ulasnya. Dalam 1 tahun minimal Kusnan dapat menjual 6 set gamelan, itu bisa dikatakan paling sepi. Dalam hal produksi permodalan, ia tidak perlu khawatir karena telah dibantu oleh pihak perbankkan, jadi untuk pengadaan bahan selama ini Kusnan tak perlu cemas.

Prestasi
Pada tahun 1991, Kusnan pernah mendapat penghargaan dari SMITHSONIAN INSTITUTION OFFICE FOLKLIFE PROGRAMS Amerika. Dalam acara yang bertajuk, Festifal Kesenian Daerah. Ia diundang ke Amerika selama 1 bulan. Penghargaan itu diberikan atas partisipasinya dalam menjaga dan melestarikan alat musik kesenian daerah.

Kusnan bercerita, dia merasa bangga selama satu bulan di sana, karena perhatian terhadap kesenian daerah sangat tinggi. “Rasanya berbeda dengan di Indonesia,” katanya. Bahkan pihak Smithsonian Institution berpesan langsung pada Kusnan, bahwa kesenian gamelan harus dijaga dan dilestarikan. Jika dari indonesia tidak melakukan hal itu, maka gamelan akan dibawa dan dilestarikan di Amerika.

Di penghujung perbincangan, Kusnan berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan seni budaya sendiri, khususnya gemalan. Menurutnya, memupuk rasa cinta untuk kesenian lokal sagat penting. “Jangan kalah dengan Amerika, karena di sana gamelan juga salah satu pelajaran sekolah,” pintanya penuh harapan. (Muhammad Budi)
Share this article :

3 komentar:

  1. boleh minta nomer telepun nya pak ?

    BalasHapus
  2. Daihatsu Madiun : 0821 4030 4000
    daihatsumadiun.net

    Daihatsu SIGRA 1000cc dan 1200cc. 3baris-7penumpang dewasa, AC Double,Airbag,Immobilizer,Velg Racing

    Mesin teknologi baru, 1200cc Dual vvt-i 4 silinder
    Velg racing 14inch
    AC double
    Power Window
    Power Steering
    Wiper belakang
    Sensor parkir
    2 DIN Audio + speaker(4)
    Immobilizer
    Central lock + Alarm
    Eco Indicator
    Talang air
    Spoiler belakang
    Dual Airbag
    Grill Chrome
    Spion elektrik + lampu sein
    Foglamp
    Stabiliser belakang
    Headrest bangku baris kedua
    Sensor parkir depan

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tabloid Seputar Ponorogo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger