Dilahirkan
1 Januari 2012, dan divisualisasikan pada penerbitan edisi pertama (3 – 9
Januari 2012), Tabloid Seputar Ponorogo berhasil bersanding di relung hati.
Merengsek ke dalam, jauh menghipnotik pembaca.
“Media Top
Markotop,” kata salah satu pembaca yang mengapresiasi kemunculan media baru ini
di Ponorogo. Belum lagi, apresiasi positif dari lainnya entah melalui via face
to face, telepon atau sms. Kesalutan-kesalutan ini muncul, lebih mengarah
kepada performa menu suguhan rubrikasi dan kandungan beritanya. Mampu ditulis
dengan apik mengedepankan kaidah-kaidah jurnalistik yang ada. “Beda dengan
lainnya”, begitu salah satu tanggapan dari pembaca lainnya.
Rubrikasi
Seputar Ponorogo memang memiliki rasa khas. Sisi konfrontatif lebih
diminimalisir untuk membedakan dengan media yang ada lainnya. Namun, lebih
mengarah pada motivasi dan prestasi maju untuk semua elemen masyarakat
Ponorogo. “Membangun budaya maju Bumi Reyog Ponorogo” adalah tujuan kami.
Ambil
misal, ada rubrik: top figure, refleksi, kuliner, potensi, potret kampungku,
opini, dan sekolah kita. Kesemuanya rubrik di atas lebih mengarah pada bingkai
bercermin, mencari benang merah bagi kebaikan semua.
Pemaparannya,
untuk rubrik top figure merupakan satu kesatuan utuh untuk tempat bercermin
masyarakat kepada orang-orang sukses berprestasi dari berbagai sudut pandang.
Sebaliknya, di rubrik refleksi adalah kumpulan dari orang-orang yang
tereliminasi, namun tetap mempunyai rasa berlebih.
Selanjutnya,
pembaca juga disuguhi menu rubrik kuliner, di mana menyuguhkan berbagai jenis
usaha kuliner sukses yang jadi alternatif lidah semua orang. Didukung kuat
trik-trik jitu dari seorang pengusahanya untuk berbagi. Rubrik potensi,
visualisasi pembaca akan diarahkan pada aset-aset kepemilikan daerah Ponorogo.
Mulai dari bidang wisata sampai industri. Tujuannya, ingin memunculkan etos
lebih memajukan dan memberdayakan dari aset ini.
Berlanjut
pada rubrik potret kampungku, memunculkan menu-menu spesial kampung-kampung
yang memiliki keunikan dan potensi. Dimaksudkan untuk memberikan referensi bagi
lainnya. Sedangkan, rubrik sekolah kita sebagai wahana mengekplorasi berbagai
langkah kreatif, inovatif dan inspiratif sekolah-sekolah yang ada.
Terakhir
adalah rubrik opini ataupun sastra yang khusus dihadirkan bagi pembaca.
Menampung berbagai kiriman tulisan untuk memberikan ruang apresiasi
meningkatkan budaya tulis baca menuju masyarakat cerdas.
Rubrikasi
tersebut diiringi dengan teknik-teknik kepenulisan profesional yang mengacu
kuat pada kaidah jurnalistik. Karena hadir sebagai media mingguan, maka suguhan
beritanya lebih mengarah ke arah teknik investigasi dan feature. Mengekplorasi
secara utuh.
Mungkin,
ini sisi pembeda Tabloid Seputar Ponorogo dengan lainnya. Apresiasi yang
mengerucut pada kepercayaan bakal kita tindaklanjuti dengan sistem open
manajemen. Saran dan kritik dari semua pihak akan kita jadikan senjata untuk
berbuat lebih baik lagi. (*)




