Jika sudah mencicipi kenikmatan sate ayam Ponorogo, sebenarnya kurang
lengkap jika belum dawet khas Ponorogo yang dikenal dengan sebutan dawet
jabung. Disebut demikian karena minuman khas ini berasal dari desa Jabung
kecamatan Mlarak yang merupakan sentra penjual dawet Jabung.
Kemahsyuran
dawet Jabung ini memang sudah menjalar kemana-mana. Didesa Jabung, khususnya
disepanjang jalan antara Ponorogo-Jetis, deretan warung dawet Jabung selalu
ramai oleh pembeli, mulai pejalan kaki sampai mobil mercy, apalagi lokasinya
tak seberapa jauh dengan lokasi pondok modern darusalam Gontor yang terkenal
itu.
Dawet
jabung mempunyai rasa yang amat khas dan cara penyajian yang unik, bahkan tak
ada duanya diIndonesia. Harganya pun juga murah.
Konon
kemahsyuran dawet Jabung berkaitan erat dengan legenda warok Suromenggolo, yang
terkenal sakti mandraguna dan merupakan tangan kanan R. Bhetoro katong.
Diceritakan,
suatu hari Warok Suromenggolo terlibat perang tanding melawan Jim Klenting
Mungil yang menguasai gunung Dloka dan mempunyai pusaka andalan yaitu Aji dawet
upas. Konon, ajian ini berbentuk cendol dawet yang terbuat dari mata manusia.
Terkena ajian dawet upas seketika tubuh warok Suromenggolo menderita luka bakar
dan ia pingsan seketika.
Warok
Suromenggolo akhirnya ditolong oleh seseorang pengembala sapi bernama Ki
jabung. Setelah diguyur dawet buatan Ki Jabung, seketika luka yang diderita
Warok Suromenggolo sembuh, bahkan dapat mengalahkan Jim Klenting Mungil dan Jim
Gento. Sebagai ungkapan terima kasih, Warok Suromenggolo bersabda, kelak
masyarakat desa Jabung akan hidup makmur karena berjualan dawet.
Kini hampir
seluruh warga desa Jabung berjualan dawet. walaupun hanya warung dawet
sederhana, namun rata-rata kehidupan mereka berkecukupan. apakah hal ini berkat
sabda Warok Suromenggolo? Sumanggo kerso……..
Sumber :
Buku “Mengenal potensi dan dinamika Ponorogo” 1993
Tidak ada komentar:
Posting Komentar